Pandemi Coronavirus, Great Reset, Inflasi, Dan Perang Nuklir.

Rentetan kejadian yang luar biasa terjadi saat berlangsungnya pandemi Covid-19 di Barat. Setelah ledakan virus di Eropa dan Amerika Serikat (AS), masyarakat keluar rumah untuk demonstrasi identitas antar ras Black Lives Matter, dan Cancel Culture, yang bertujuan konflik sosial. Di sisi lain, Forum Ekonomi Dunia, mengumumkan Reset Besar Moneter ( Mengatur Ulang Sistem Moneter/The Great Reset). Yang paling misterius adalah naiknya kampanye media sosial; no masker, no tes, dan no lockdown. Dan yang terakhir adalah kampanye global anti vaksin melalui media sosial yang mempengaruhi pikiran masyarakat untuk menolak vaksin. Ini tidak terjadi di Rusia dan Tiongkok dimana pemerintah menyensor internet dan media sosial.

Apa gambaran besar dibalik peristiwa-peristiwa misterius ini? Pertama-tama mari kita mempelajari sedikit tentang Virologi.

Virologi Dasar

Walaupun virus secara teknis tidak hidup, karena mereka membutuhkan inang untuk bertahan hidup serta berada di dalam tuntutan untuk evolusi.

Sistem imun manusia memakai beberapa taktik untuk melawan patogen. Tujuan patogen sendiri adalah menghindari sistem imun, membelah dirinya sendiri lalu menyebarkannya ke inang lain. Karakteristik yang membantu tujuan virus untuk mempertahankan hidupnya, cenderung dapat dipertahankan antar generasi. Karakteristik yang menyulitkan virus untuk menyebarkan virus ke inang lain akan menghilang dari generasi virus selanjutnya.

Ambil contoh, virus yang memiliki mutasi mematikan yang dapat mematikan inang manusia dalam beberapa jam. Virus membutuhkan inang sehat yang baru untuk keturunannya supaya bertahan. Jika virus membunuh inang sebelum menginfeksi yang lain maka mutasi akan menghilang. Karakter ini tentunga akan menghilang dari evolusinya.

Salah satu cara inang melindungi dirinya dari virus adalah dengan cara membuat antibodi. Antibodi mengunci luaran protein dari virus. Bisa dipastikan virus generasi selanjutnya memiliki sifat yang akan menganggulangi hal ini: inang sendiri tidak memiliki imunitas dalam bentuk antibodi untuk melawan virus. Banyak adaptasi virus yang mengubah luaran dinding virus.

Jadi ada karakteristik khusus dalam mutasi serta berkembangnya virus. Karakteristik yang menopang hidup virus dalam jangka panjang melalui antar generasi. Virus cenderung berkembang untuk memiliki kemampuan menghadapi imunitas manusia, dan akhirnya memperpanjang waktunya ketika hidup di inangnya, sebelum membunuh manusia yang menjadi inangnya.

Kesimpulannya, virus generasi pertama berkarakteristik lebih lemah, dan keturunannya jauh lebih kuat. Maka, untuk mengakhiri pandemik sepenuhnya, harus dilakukan pada generasi pertama pada saat virus dalam keadaan lemah dengan cara lockdown total, disinfeksi area pandemik, dan relokasi rumah sakit covid di tempat yang jauh dari konsentrasi populasi manusia. Hal ini dilakukan dengan berani oleh Tiongkok. Langkah selanjutnya adalah membuat vaksin yang dapat menghadapi mutasi gen generasi selanjutnya. Langkah ini dengan brilian dilakukan oleh Russia dengan vaksin Sputnik V, yang telah terbukti klinis mampu menghadapi generasi coronavirus yang beradaptasi ketika berevolusi.

Sekarang kita asumsikan anda seseorang yang memiliki kekuasaan untuk menguasai LSM global yang mampu membuat gerakan masal di seantaro jagat. Dan anda ingin pandemi tetap ada. Apa yang anda lakukan pada masyarakat supaya pandemi bertahan?

Anda harus memiliki tujuan seperti;

  1. Anda harus melindungi generasi pertama untuk bertahan hidup. Karena sifatnya lemah, jika mereka hancur, maka tertutup pula perkembangan generasi selanjutnya.
  2. Anda harus menemukan cara interaksi antara virus dan manusia, yang cukup luas, supaya generasi kedua atau mutasinya tercipta.
  3. Generasi selanjutnya akan mampu menembus imun seseorang. Dalam tahap ini anda perlu menyebarkan virus-virus mutasi ini secara lintas benua.
  4. Pandemi sebenarnya adalah dengan virus yang telah bermutasi. Karena mereka mampu menginfeksi lebih banyak manusia, ketimbang generasi sebelumnya.

Apa yang anda ingin orang lakukan? Dan anda memiliki kekuasaan untuk membuat pemerintah melakukan yang anda inginkan. Bahkan institusi internasional terkait akan mengatakan apa-apa yang sesuai dengan yang anda inginkan.

Mari kita lihat kebelakang peristiwa-peristiwa yang terjadi di Barat ketika pandemi berlangsung, yang telah mengejutkan kita.

Respon pertama di Barat adalah lockdown, namun hal ini mendapat perlawanan dari intelektual-intelektual nasional dan internasional, termasuk WHO yang tidak merekomendasikan pemberhentian penerbangan internasional. Terjadi pertikaian antar negara di dalam penutupan perbatasan di Eropa, dan Amerika. Keputusan untuk merawat pasien covid di Panti Jompo, dan Rumah Sakit yang notabene, tempat orang-orang yang berimun rendah, telah berhasil menyelamatkan virus generasi pertama, yang telah menyebar seperti api di kayu-kayu kering, mempertahankan adanya virus di dunia ini.

Lalu, aksi-aksi sosial misterius yang dibakar media sosial, di Eropa dan AS muncul seperti demo Black Lives Matter, dan Cancel Culture. Provokasi pihak ketiga membuat kondisi demo berakhir dengan anarkisme, seperti penjarahan, dan pembakaran toko. Sementara, Forum Ekonomi Dunia menyarankan Barat untuk melakukan Reset Besar Moneter, untuk memulihkan ekonomi dari pandemi ini.

Perpaduan antara lockdown dan kerusuhan sosial ekonomi telah membuka jalan bank sentral untuk melakukan reset moneter, sebagaimana hal ini telah menambah dan menyebarkan kehancuran ekonomi, dari kehancuran ekonomi oleh lockdown pandemi.

Redistribusi Kekayaan

Untuk membatasi hiperinflasi, pandangan otoritas finansial adalah digitalisasi uang yang dimulai 2 dekade lalu, yang telah dimulai dalam bentuk ATM dan kartu debit. Keadaan ekonomi digital penuh ini lazim di Denmark, Norwegia dan Finlandia. Harapan adanya chip implantasi pembawa vaksin adalah Hoax, yang akan kita punya adalah seperti di Barat, yakni alat pembayaran digital multifungsi, yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan uang.

Ketika mayoritas orang kehilangan penghasilannya saat pandemi, aliran uang mengalir dari masyarakat ke korporasi besar, yang terkait dengan pinjaman yang massif dari bank, logikanya, membuat uang kembali ke bank. Bank sentral memanfaatkan pandemi, dengan secara paksa menarik uang dari peredarannya di ekonomi nasional. Inilah cara reset moneter bekerja yang diartikan sebagai redistribusi kekayaan oleh media massa. Uang orang yang mati juga terdistribusikan, yang kemudian berakhir di sistem perbankan juga.

Realitas kehancuran ekonomi, jika anda memahami sistem finansial

 

Setelah sebagian besar uang ditarik dari peredaran ekonomi, kemudian mereka mendesain kembali ekonomi dengan memberi pinjaman ke pemain baru dan kemudian hasilnya digunakan untuk pendanaan pengadaan alutsista, khususnya alutsista nuklir, karena pemimpin aliansi NATO, yakni AS, sedang mempersiapkan perang terhadap Rusia dan Tiongkok. Kita bisa melihat gamblang bagaimana Washington menabuh genderang perang terhadap Rusia dan Tiongkok di media massa. Pengadaan alutsista berteknologi modern membutuhkan uang yang massif, dimana uang tersebut diinvestasikan ke industri baru, maka kemungkinan hanya sedikit orang yang terlibat di dalam lansekap ekonomi paska pandemi. Pandemi juga memangkas populasi yang ada, atau depopulasi.

Landscape ekonomi baru di Barat seperti yang disarankan oleh Forum Ekonomi Dunia

Masihkah anda berfikir bahwa virus ini bukan buatan manusia? Dan bahwa Tiongkok menginginkan virus ini? Bahwa defisit moneter negara-negara Barat saat ini telah menjadi pengetahuan umum dan fakta bagi para ahli finansial?

Vaksin Sputnik V

Rusia mempercepat pembuatan vaksin untuk menghentikan virus dan kemungkinan mutasinya. Namun pengembangannya ditentang oleh negara-negara Barat, sebagai langkah terburu-buru dan kurang matang persiapan. Bahkan, WHO sendiri menunda registrasinya hingga tahun depan. Rusia kemudian memproses sendiri dan mendapat sambutan di berbagai negara. Sedangkan di Barat, usaha tersebut diganggu dengan konflik antar pemangku kepentingan dan pengaruh luar. Saat ini kampanye anti-vaksin yang dipimpin aktivis dan intelektual, bahkan di dalam parlemen, tiba-tiba menjadi seperti tsunami global, membuldozer pikiran masyarakat. Propaganda Bumi Datar seolah hanya sebesar kacang dibandingkan dengan kampanye viral anti-vaksin. Otoritas dan korporasi di Barat, Di siang hari mereka berusaha membuat vaksin, namun di malam hari mereka menyebarkan propaganda anti vaksin? Bukankah media sosial dimiliki perseorangan, seperti halnya korporasi media?

Saya mengajukan pendapat bahwa seseorang di Barat telah mengontrol jalannya pandemi, dimana dia menginginkan virus tetap bertahan hidup dan menyebarluaskannya.

Jika Unit 731, Satuan Senjata Biologi Kekaisaran Jepang, telah menggunakan tahanan perang sebagai kelinci percobaan di Manchuria saat Perang Dunia II, maka mereka yang mengontrol pemerintah Barat dan korporasi Barat, telah menggunakan populasi manusia global sebagai kelinci percobaan dengan cara membolehkan propaganda media sosial untuk mempengaruhi massa untuk menolak vaksin dan lockdown. Tidak. Bahkan lebih buruk dari itu.

Pada Desember 2020, melalui perintah Presiden Vladimir Putin, dengan vaksin Sputnik V, Rusia mengejutkan semua pihak dengan meluncurkan vaksinasi nasional lebih awal dari rencana, yakni pada tahun 2021. Dan tiba-tiba Barat berusaha mempercepat pembuatan vaksin mereka. Lalu secara mendadak Inggris melakukan vaksinasi, dan tanpa tahu malu, mereka mengatakan bahwa, vaksin AstraZeneca adalah vaksin coronavirus pertama di dunia dan, bahwa ini vaksinasi ini adalah vaksinasi pertama di dunia. Sejujurnya, mereka ingin mempertahankan kepercayaan bahwa peradaban Barat adalah yang paling maju, namun ketika melihat perkembangaan Tiongkok dan Rusia saat ini, hal itu tidak benar adanya. Akui saja. Namun ini adalah hal yang aneh, ketika mereka membuat keputusan berbalik 180 derajat terhadap vaksin. Mungkin mereka tidak ingin Rusia menjadi penyelamat dunia? Ini akan sangat terlihat buruk sekali? Dan propaganda anti-vaksin telah berhasil dimana setengah populasi Barat telah yakin untuk menolak vaksinasi, terutama komunitas-komunitas minoritas.

Sputnik V, dan keputusan Putin untuk mempercepat vaksinasi akan mengganggu perpanjangan pandemi di Barat, sebuah pukulan telak bagi rencana Reset Besar mereka. Efek domino vaksinasi di seluruh dunia juga akan menyelamatkan banyak nyawa manusia.

Mutasi Baru

Saat ledakan virus kedua muncul di Bulan November 2020, muncul pula gerakan sosial yang dimotori oleh media sosial, yang menolak lockdown di sebagian besar dunia barat seperti Inggris, AS, Perancis, Jerman, serta Australia. Hal ini dipicu oleh kepercayaan bahwa penyakit ini hanya flu biasa, oleh karena itu, maka masker, tes, dan lockdown tidak dibutuhkan.

Pada tanggal 8 Desember 2020, Inggris mengumumkan varian baru mutasi Covid-19 di Inggris Selatan. Demo anti-lockdown baru-baru ini, membuka kesempatan virus yang telah berkembang biak dalam jumlah besar di Panti Jompo dan rumah sakit di kota, untuk berjangkit ke populasi orang-orang muda yang memiliki imun lebih kuat, hal ini telah membuka jalan untuk evolusi dan mutasi virus Covid-19. Baru-baru ini Dewa Pandemi, Anthony Fauci, mengaku bahwa ia berbohong kepada orang Amerika dengan tujuan untuk memanipulasi opini mereka dalam penerimaan vaksinasi. Salah satu kebohongannya adalah menyarankan anak-anak (imun anak-anak itu tinggi) untuk tetap masuk sekolah ketika lockdown.

Sebaran mutasi baru di Inggris

Untuk menangani penyebaran mutasi baru, Boris Johnson memerintahkan lockdown tingkat 4 pada saat Natal tahun ini, untuk mencegah masyarakat pulang kampung. Dan lagi, media sosial memprovokasi penduduk London untuk melanggar lockdown. Ini adalah hal yang aneh ketika negara maju seperti Inggris tidak bisa mencegahnya. Mengenai mutasi virus ini, Andrew Hayward, professor epidemiologi penyakit menular di University College London mengatakan,

“50% persen peningkatan penularan berarti level pembatasan yang kemarin diberlakukan tidak akan efektif, dan pembatasan tingkat 4 harus dilakukan atau lebih dari tingkat 4.”

50% persen peningkatan penularan berarti virus dapat menembus sistem imun di anak muda dan anak anak.

Adalah hal yang tidak mengejutkan jika nanti kita akan melihat otoritas Barat, akan mengulangi kesembronoan dan kelalainannya seperti ketika ledakan virus pertama, akan terjadi pula di dalam penanganan mutasi baru virus ini. Dan membiarkan penyebarannya ke seluruh penjuru dunia dari Inggris, dimana peta penyebaran di populasi tersebut meningkat. Pembaca harus mengetahui bahwa semua penerbangan dari dan ke Eropa harus transit di Inggris terlebih dahulu, yakni di London. Rusia telah memperpanjang penutupan perbatasan dengan Inggris. Sedangkan Tiongkok telah memulangkan diplomatnya kembali untuk melakukan vaksinasi. Tapi kita lihat Inggris tidak berusaha untuk melakukannya.

Hasil penelitian menyatakan bahwa karakter mutasi virus yang baru ini lebih berbahaya daripada pendahulunya, dengan kata lain, penekanan halus WHO dan berita hanya menipu semata.

Apakah kita akan melihat usaha-usaha untuk menyebarkan mutan-mutan ini? Upaya-upaya untuk mengkompromikan dan menggagalkan lockdown (baik dari pemerintah dan media sosial)? Sebuah usaha untuk menggagalkan vaksinasi?

Walaupun pada saat ini beberapa negara sedang melakukan vaksinasi nasional, keengganan terhadap vaksin masih tinggi seperti imunologist Stanley Plotkin berkata,

“Jika mereka tidak mencegah infeksi maka kita akan melihat situasi dimana orang yang divaksin akan terlindungi sedangkan orang tidak divaksin tidak terlindung.”

Cui bono? Apakah ada hubungan langsung antara kecurangan sistem uang fiat dan depopulasi? Apakah tsunami pandemi akan segera terjadi?

Anti vaxxers adalah pecinta virus dan pembunuh manusia. Mereka jauh lebih buruk daripada psikopat, karena mereka sama sekali tidak memiliki alasan yang nyata, kecuali dugaan.

Dikisahkan Abu Hurairah:
Rasulullah (ﷺ) mengatakan: Waktunya akan singkat, pengetahuan akan berkurang, perselisihan sipil (fitan) akan muncul, “kekikiran egois” akan menjadi kasus di hati orang, dan harj akan merajalela. Dia ditanya: Rasulullah! Apa ini: Dia menjawab: Pembunuhan, pembunuhan. Sebelum Jam (Malhama) nya tiba akan ada Harj. Engkau harus menahan lidah dan tanganmu dan tinggal di rumah.

Abu Huraira melaporkan Rasulullah (ﷺ) mengatakan:
Dunia tidak akan berakhir sampai suatu hari akan datang kepada orang-orang yang pembunuhnya tidak akan tahu mengapa dia membunuh dan yang terbunuh tidak akan tahu mengapa dia dibunuh. Akan dikatakan: Mengapa Itu terjadi? Yang dia jawab: Itu karena pembantaian umum dan pertumpahan darah. Dan para penyembelih dan yang dibunuh akan di Api, dan dalam riwayat Ibn Aban, nama Abu Isma’il telah disebutkan.

*Angkoso Nugroho

Print Friendly, PDF & Email

Recommended Posts