
Kata Pengantar dari Prof. Alexander Dugin.
Imran N. Hosein mungkin merupakan pakar eskatologi Islam yang paling tersohor dan berpengaruh saat ini. Para pengikutnya tersebar di seluruh dunia, menganggap Syekh Imran sebagai otoritas yang tidak terbantahkan dan sebagai guru mereka. Beliau dikenal di Asia dan dunia Islam, di Barat dan Timur.
Tidak diragukan lagi, kita hidup di era akhir zaman, dan satu-satunya pertanyaan adalah, di pihak manakah kita berada dalam peperangan besar ini? Bagaimana kita menafsirkan peristiwa-peristiwa utama, dan atas dasar tradisi mana kita dapat menafsirkannya?
Syekh Imran Hosein berpegang teguh pada posisi eskatologi Islam, mengeksplorasinya secara menyeluruh dan mendetail, dengan segala irama pemaknaan, simbol, petunjuk, dan nubuat-nubuat yang tersirat. Selain itu, Syekh Imran mengembangkan sebuah sistem untuk menguraikan eskatologi Islam berdasarkan tradisi Ijtihad yang turun temurun, yang berasal dari era Muhammad sendiri dan para sahabatnya di masa awal.
Dalam eskatologi Islam, motif utamanya adalah kemunculan sosok Dajjal di akhir zaman, seorang pendusta yang memiliki banyak kesamaan dengan AntiKristus dalam Kristen. Gerombolan Ya’juj dan Ma’juj yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Injil juga memainkan peran penting dalam kitab suci tersebut. Secara umum, asal-usul doktrin akhir zaman, tanpa keraguan, mengarah pada Perjanjian Lama, dan korpus pandangan eskatologis dalam tradisi Yahudi yang terbentuk bahkan sebelum agama Kristen dan terutama Islam muncul. Oleh karena itu, secara tegas, ada baiknya kita memulai analisis topik ini dengan Yudaisme. Di sana, pada kenyataannya, tokoh-tokoh eskatologis Ya’juj dan Ma’juj muncul, begitu juga dengan Raja Rosh, Mesekh dan Tubal. Dalam kitab Nabi Daniel, takdir kerajaan dunia dalam empat inkarnasinya (Babilonia, Persia, Yunani, dan Romawi) dijelaskan dengan cukup rinci dan era akhir dunia secara langsung terhubung dengan akhir kerajaan, dengan jatuhnya Kekaisaran. Hal ini juga terenkripsi dalam mimpi Nebukadnezar, yang dipecahkan oleh nabi Daniel. Doktrin empat kerajaan dan yang terakhir, Romawi, memengaruhi budaya Mediterania jauh melampaui Yudaisme, dan transisi dari Republik Romawi ke Kekaisaran Romawi dianggap oleh orang-orang sezamannya sebagai pengalihan warisan Kerajaan Ketiga – Yunani, dari kerajaan Seleukia yang sedang merosot (Suriah modern, Anatolia, sebagian Mesopotamia) ke Romawi muda, Kerajaan Keempat yang terakhir.
Kekaisaran Romawi dianggap sebagai yang terakhir dari empat kekaisaran, di mana tiga kekaisaran sebelumnya telah menyatu. Oleh karena itu, Roma sangat penting bagi agama Kristen dan Islam. Syekh Imran Hosein dengan tepat mencatat bahwa Roma (yaitu, Rūm) disebutkan dalam Al-Quran dan tepatnya dalam kapasitas ini – sebagai faktor eskatologis yang paling penting.
Doktrin Kristen tentang Pemegang Katehon dibahas dalam Surat Kedua dari Santo Petrus, dimana Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika didasarkan pada teori Empat Kerajaan dan diidentifikasikan dengan Katehon, yaitu, dengan orang yang mencegah datangnya putra sang penghancur, Antikristus, kekuatan Romawi – Kekaisaran dan Kaisar. Setelah Kristenisasi Kekaisaran Romawi, Kaisar Ortodoks dianggap sebagai pembawa fungsi sakral ini – mereka menjalankan peran sebagai Pelindung Katehon dalam sejarah.
Dari sudut pandang Bizantium, pengambilalihan status Katehon oleh raja Frank Charlemagne sama sekali tidak sah, karena hanya Kaisar Bizantium, yang secara langsung meneruskan garis keturunan Kekaisaran Romawi, yang dapat menjadi Pemegang penuh. Setelah kejatuhan Bizantium, status Katehon dialihkan ke Moskow, Rusia, dan Ivan yang Mengerikan dinobatkan sebagai raja pada tahun 1547 menurut pangkat Bizantium. Hal ini didahului oleh desain tema Translatio Imperii di surat-surat biarawan Pskov, Philotheus, dalam doktrin Moskow yang terkenal – Roma Ketiga. Dengan kata lain, di mata orang Rusia, dari abad XVI hingga sekarang, Rusia adalah Roma (yaitu, Rūm), dan penguasanya menjalankan (secara sadar atau tidak) fungsinya sebagai Penjaga, Katehon, yaitu, orang yang dengan keberadaannya mengantisipasi dari kemenangan sang iblis, kedatangan Antikristus, dan datangnya akhir zaman.
Eskatologi Ortodoks Rusia dibangun di atas hal ini, bahkan faktanya – elemen utama eskatologi ini adalah misi suci dari negara Rusia dan orang-orang Rusia dalam konfrontasi dengan peradaban Antikristus.
Menurut pandangan yang disepakati oleh otoritas spiritual Gereja Rusia, peradaban antikristus tersebut adalah Barat modern, globalisme, dan elit liberal internasional. Hal ini semakin disadari sepenuhnya oleh masyarakat, terutama selama periode pelaksanaan Operasi Militer Khusus di Ukraina. Sangat jelas, di era Soviet, motif eskatologis yang sama secara ideologis dibingkai dengan cara yang sama sekali berbeda – sebagai oposisi sistem komunis dunia terhadap kapitalisme dunia, yang paling banyak direpresentasikan dalam peradaban Barat (= “antikristus” untuk komunis).
Setelah berakhirnya Uni Soviet, semua konsep kembali difokuskan, dan interpretasi geopolitik dunia, setidaknya di kalangan religius dan patriotik, kembali ke perspektif Kristen.
Itulah mengapa Imran Hosein sangat tepat dalam mengidentifikasikan Rusia dengan Roma (yaitu, Rūm dalam Al-Quran). Inilah bagaimana seharusnya Rusia sendiri memahami identitasnya.
Namun, tidak ada ajaran tentang Katehon di dalam Al-Qur’an dan Hadis. Oleh karena itu, Syekh Imran Hosein menjelaskan pandangan tentang peran Roma (=Rusia) di masa kini dari sudut pandang tradisi agamanya. Eskatologi Islam menegaskan bahwa dalam pertempuran terakhir dengan Dajjal, yang saat ini juga diidentikkan oleh mayoritas umat Islam dengan peradaban Barat dan globalisme liberal, dengan hegemoni dan neokolonialisme Amerika, umat Islam, bersama dengan pemimpin mereka, Sang Mahdi, yang akan muncul di akhir zaman, akan berperang bersama dengan para pengikut Yesus, yaitu dengan orang-orang Kristen. Bersama-sama mereka akan mengalahkan Dajjal/AntiKristus. Selain itu, awal dari pertempuran terakhir ini akan dimulai di Suriah, dan akan berlangsung di sekitar Tanah Suci, di mana pasukan AntiKristus akan mencoba menghancurkan tempat-tempat suci umat Islam.
Pada saat yang sama, Imran Hosein mengidentifikasi tren Salafi dalam Islam, serta nasionalisme Turki, sebagai kekuatan yang berpihak pada Dajjal dan Barat.
Hal ini persis seperti yang terjadi saat ini dalam perang Zionis melawan Palestina dan dalam peristiwa-peristiwa militer yang dramatis di Suriah. Zionis sayap kanan dari lingkaran dalam Netanyahu menyerukan agar genosida yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina di Gaza harus dituntaskan, dan berjanji akan menghancurkan Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem, tepatnya di Bukit Bait Suci. Orang-orang Yahudi memiliki eskatologi mereka sendiri. Dari sudut pandang mereka, tujuan Israel modern adalah untuk mempersiapkan kedatangan Mesias Yahudi (mereka secara alami tidak percaya kepada Yesus Kristus dan tradisi Al-Qur’an), dan untuk itu perlu diadakan pembersihan wilayah dan dimulainya pembangunan Bait Suci Ketiga.
Dengan demikian, konteks sejarah dan geopolitik di mana Syekh Imran Hosein menerbitkan buku barunya, yang ia janjikan selama pertemuan bersama dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, secara ideal sangat sesuai dengan tema eskatologis tersebut. Menteri Rusia terkejut bahwa Imran Hosein mulai mengomentari peran dan tempat Rusia dalam Al-Quran, karena Rusia tidak ada dari sudut pandang sejarah pada saat itu. Syekh Imran berjanji untuk menjawabnya secara rinci, dan sebagai hasilnya, buku ini pun diterbitkan.
Sangatlah penting bahwa semua skenario eskatologis dari ketiga agama monoteistik dengan jelas mengarah ke Timur Tengah. Di sanalah perang besar sekarang sedang berkecamuk, dan hubungannya dengan skenario eskatologis menjadi semakin jelas setiap hari. Ngomong-ngomong, Ukraina, sebagai bagian dari Scythia kuno, tercantum dalam Alkitab sebagai kerajaan Cimmeria atau negara Rosh, Meshech dan Tubal, oleh karena itu, kedudukannya sangat penting di sini.
Semua ini membuat buku baru Imran Hosein menjadi sangat relevan. Tidak diragukan lagi bahwa kita hidup di akhir zaman, dan di Barat yang sangat identik dengan peradaban Antikristus, peradaban Dajjal, sudah sepenuhnya terwujud. Imran Hosein sendiri memberikan banyak tanda yang jelas tentang hal ini dalam buku-bukunya, termasuk buku ini.
Karya Syekh dan sejumlah cendekiawan Islam lainnya mewakili pemantauan eskatologis yang terus menerus, yang secara sempurna melengkapi upaya serupa dari perspektif budaya agama lain. Tidak ada indikasi dalam tradisi Kristen bahwa orang Kristen akan berperang melawan Antikristus bersama dengan umat Islam. Ini harus diakui. Tetapi segala hal sedang bergerak menuju fakta bahwa persatuan eskatologis kaum tradisionalis yang bergabung dalam perang melawan hegemoni Barat inilah yang menjadi sebuah realitas obyektif – tidak hanya di tingkat politik, tetapi juga di tingkat gagasan.
Catatan Tambahan
Sebelumnya E-Book Karya Maulana Imran Nazar Hosein yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa ini telah dipublikasikan di website ini, dan karena adanya kesalahpahaman komunikasi kami terima dari Beliau yang melarang untuk mempublikasikan e-book ini sebelum di launching di Moskow Rusia, kami pun akhirnya menarik kembali postingan e-book ini. Namun ternyata yang Maulana tujukan adalah e-book yang versi original dalam Bahasa Inggris untuk tidak dipublikasikan di website Beliau yakni di Imranhosein.org, sedang untuk versi terjemahan, tidak apa-apa dipublikasikan jika memang sudah selesai dan layak untuk dipublikasikan versi terjemahannya. Oleh karena itu, kami selaku admin dan bagian dari tim penerjemah memohon maaf atas kekhilafan ini.
Selain itu, kami juga ingin menyampaikan tentang tiga E-Book terkait Eskatologi Islam yang sedang dan atau akan diterjemahkan ke dalam Bahasa, dan menurut kami buku-buku ini adalah salah satu dari yang paling krusial dalam dunia keilmuan Eskatologi Islam, terutama dalam menemukan konteks pemahaman yang hakiki dan solusi-solusi terbaik dalam menyikapinya, yakni:
- Landasan dan Struktur Masyarakat Muslim Berdasarkan Al-Qur’an (Volume 1), oleh Dr. Muhammad Fazlur Rahman Ansari B. Th., MA., Ph. D.
- Landasan dan Struktur Masyarakat Muslim Berdasarkan Al-Qur’an (Volume 2), oleh Dr. Muhammad Fazlur Rahman Ansari B. Th., MA., Ph. D.
- Jejak Kaki Dajjal Dalam Waktu, oleh Sheikh Imran Nazar Hosein.
Yang terakhir, meski dengan rasa malu yang tiada tertahankan oleh keterbatasan dan berbagai kekurangan yang dimiliki, kami menginformasikan bahwa masa berlaku layanan domain, hosting dan maintenance dari website the2oceans.xyz ini akan segera berakhir pada tanggal 29 agustus 2025. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami bermaksud mengajak saudara/I kami untuk turut berkontribusi dalam proses perpanjangan layanan website dan prosesi penerjemahan e-book, melalui no rekening di bawah ini. Silahkan lakukan konfirmasi ke whatsapp admin di +6281354177733.
Terima kasih banyak sebelumnya atas partisipiasi dan kontribusinya sehingga website Maulana Imran N. Hosein ini dapat terus eksis selama 10 tahun terakhir ini.
Semoga Allah menyempurnakan petunjuk-Nya yang lurus bagi kita semua dalam menempuh era Pax Judaica dan era Dajjal yang semakin mendekati puncak momentumnya.
Insha Allah…


